Salam .
Aku adalah aku. Nama panjangku adalah aaaaaakkkuuu.
Selamanya aku hanyalah seorang aku. Orang yang sanggup mencintai seseorang
tidak peduli serumit apa jalan ceritanya.
Aku tidak pernah melihatmu begitu melankolis, sebelum aku
tahu bahwa dirimu dan dirinya menjalin cinta di belakang layar. Menjadi sosok
yang terbuang dan hanya menatap bayangan kalian menyatu dengan udara pagi dan
hawa panas di pantai berpasir putih. Sedangkan bayanganku menikamku dari
belakang dengan tusuk cemburu yang memburu dan bertubi-tubi. Aku pun juga
menyatu dengan pasir yang kalian jajaki berdua, membayangkan tanganku bersatu
dengan dirimu dan menjadikan dia yang menangis karena kau memilihku. Haha. Apa
daya. Bumi sedang terbalik dan aku berada di kutub yang berseberangan dengan
mimpiku. Yang tentunya dengan kamu.
Aku tidak pernah melihatmu begitu malu-malu, sebelum aku
tahu dirimu dan dirinya selalu bertaut dalam diam. Segala yang menjadi burukmu
dihadapanku seolah tidak kau sumbarkan dihadapan dirinya yang begitu ayu dan
anggun. Ah... Begitu bertolak belakangnya diriku dengan wanitamu. Bahkan kaupun
memilah mana bagian yang akan kau bagi denganku, yang tentunya hanya jadi aib
semata dihadapannya. Tapi aku merasa bahagia. Karena kamu hanya menjadi kamu.
Saat denganku.
Aku tidak pernah melihatmu begitu galau, sebelum aku tahu
kau memuja wanita yang lain saat aku menjadi pemeran utama di hatimu. Saat kau
berkata pada dunia bahwa aku dan kamu adalah kita, saat dunia telah mengenalku
sebagai separuh nafasmu. Aku menatapmu yang tertawa menatap matanya, aku
mengintai perangaimu yang selalu berpura-pura menciptakan suatu kebetulan
dengannya –padahal hal itu sudah kau rancang jauh-jauh waktu sebelumnya. Sebagai
hantu yang tidak rela ditinggalkanmu saat itu, aku hanya sebuah bayangan yang
tidak menghantui siapapun.
Aku tidak pernah melihatmu begitu menyesal, sebelum kau
mulai membandingkan aku dengan dirinya. Aku yang seorang biasa dengan seseorang
yang luar biasa, adalah perbandingan yang terpaut jauh menurutku. Tapi siapa
sangka. Saat hati ini mulai bergerak darimu, kau menarikku kembali. Menarikku
untuk mengisi hatimu yang beringgik-ringgik di tepinya. Menarikku untuk
kembali... Pulang.
Salam.

