Assalamu'alaikum ~

Enjoy my post, thanks for your coming :)

Menunggu Tidak Pernah Segelisah Ini

Alohaaa... 

Bagaimana kabarmu? Alhamdulillaah. Kabarku? 
Menunggu kepastian. Menunggu sesuatu. Menunggu masa depan. Bismillaah.. 
Di titik ini, aku baru benar-benar mengerti bagaimana kebesaran hati seseorang yang menunggu. Jika aku diberikan kesempatan, mungkin aku lebih menghargaimu. Tapi, semua sudah berlalu. Jadi yaudahlah yaaaa -_- 

Aku menyebut kegiatan menulis postingan ini adalah pengalihan. Pengalihan dari kecemasan, yang sesungguhnya kecemasan yang berlebihan itu sama sekali tidak baik. 

Aku punya cerita. 
Menarik. Sedikit. 

Aku pernah dengar, ketika seseorang tiba-tiba muncul dalam mimpimu, ada dua kemungkinan. Dia atau dirimu salah satunya sedang rindu. Lalu hal itu terjadi kepadaku. Tiba-tiba dia muncul dalam mimpiku. Paginya aku bangun, memastikan salah satu dari kita tidak rindu. Ternyata namamu muncul di inbox handphoneku. Selanjutnya aku membalas, sampai tidak ada yang bisa dibalas. Tidak ada yang bisa kupastikan tentangku, namun aku lebih tidak bisa memastikan ada apa denganmu. Tapi, yaudahlah yaaa itu juga udah berlalu wkwk.

Tadi malam, aku bertemu dengan kamu. Yang ketahuan sedang keluar dengan seorang gadis. Aku lari, kamu mengejar, mencoba menjelaskan. Aku cuma bilang sudah dan selamat. Lalu lariku lebih kencang, dan kamu mengalah. Sakit. Sedikit. Tapi beruntungnya, aku bangun. Iya. Itu mimpi (lagi) wkwk. Sepertinya kamu harus berhenti melakukan ini. Karena selanjutnya aku temukan kamu. Di inbox facebook. Dan tetap tidak ada yang bisa kupastikan tentang aku dan kamu.Tapi, yasudah. Semua juga sudah selesai. Jadi, yaudahlah yaa haha. 

Realitanya, kamu sudah menemukan gadismu. Membuat aku kalah dalam taruhanku sendiri.
Aku bahagia atas dirimu, sudah lama tidak melihatmu tersenyum seperti di gambar itu. Haha, aku terlalu berhasil membuatmu selalu sengsara ya, nak xD Well done. You deserve that girl.

Sedih? Ya itu manusiawi. Bahagia? Sangat, tidakkah kau lihat senyumnya itu. Lalu apa yang kamu lakukan? 

Good question -,- 
Still waiting. 
Dia sudah melakukannya, sekarang aku juga belajar melakukannya. 
Aku menunggu dia - yang datang ke rumah bertemu dengan orang tuaku di ruang tamu. 

Tapi sekarang ini, yaaa... aku masih menunggu pengumuman kelulusan. Bismillaah. Lulus dengan IPK diatas 3,2 Aaaamiiinnn :) 

Curhat Curhat Malam

Alohaa !!
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan :)

Readers, izinkan aku curhat sebentar di bulan yang penuh dengan berkah ini.
Yehee!! Balik ngeblog, karena udah pulang kampung, internet mendukung, dan sedang tidak ada lawan untuk berkawan...

Another hard day huh? Yes.

Semua orang, bisa menganggap aku wanita yang kelewat bisa dibawa kemana-mana. Entahlah yaa, bukan berarti gampangan, tapi memang aku menyukai udara luar ketimbang atmosfer dalam rumah. Tentu aku sangat amat mencintai orang-orang di dalam rumah, namun kadang udara di luar lebih menjernihkan pikiran. Kalau memang benar diperlukan. 

Ketika semua orang menganggapku sebelah mata, orang yang begitu suka dibawa-bawa laki-laki lain, terjerat dengan gosip-gosip orang ini orang itu, tapi adakah mereka berpikir jauh, jauuuuuuuhhh di dalam sini (*nunjukhati) aku adalah orang yang gagal mendapatkan sosok yang aku inginkan. Eh bukan diinginkan. Dibutuhkan ding (?) untuk pendamping hidup kelak (?) tsaaahhhh.

Dan ternyata kepulanganku di kampung halaman membuatku jadi baper to the max. Thinking how stupid I am being a girl like this ! Yacks! Aaarrghhh, seandainya di belakang rumah itu tebing, atau gak kaki bukit hijau yang gak ada penghuninya, mungkin wanita berumur 19 akan ini sudah nyecream sekeras jeritan hati yang tertahan 2 tahun lamanya. See? two years! Bukankah aku terlalu hebat dalam hal sembunyi dan merahasiakan.

Pada dasarnya setiap orang memang perlu memiliki rahasia pribadi, yang mungkin dibagi pada orang yang tepat, pada saat yang tepat, atau mungkin dijadikan rahasia seumur hidup. Karena lingkungan itu benar-benar menipu. Akupun belum dewasa. Belum tahu mana yang cuma pingin tahu, mana yang pingin buat di gembor-gemborin, mana yang buat di dengarkan dan dicarikan solusi. No. Aku masih bodoh menerawang lingkungan.

Untuk laki-laki nun jauh disana.
Kutitipkan mimpi pada awan, yang membawa hujan.
Di tempatmu bersemayam, menunggu takdir.
Takdirmu yang mungkin aku.
Aku yang menatapmu sebagai takdirku.


About Me

Contact me on:

Blogspot emoticon


Add Blogspot Emoticon

Categories

Jumlah Penayangan

Diberdayakan oleh Blogger.