Assalamu'alaikum ~

Enjoy my post, thanks for your coming :)

Hujan dan Aku Punya Cinta

"Hei , hei. Ini dia kekasih hatiku yang amat aku cintai" ujar seorang laki-laki yang biasa aku sebut Hans. Dia memelukku erat. Suhu tubuhnya sangat dingin membuatku ingin menghangatkannya dengan pelukan yang lebih erat lagi. Sayang, dia sudah melepaskannya. 
"Kamu tidak ingin pergi keluar?" ujarnya sambil melepaskan jaket yang memeluknya sejak perjalanan dia dari Surabaya menuju Depok. "Mendung, sepertinya akan hujan" 
"Kamu baru sampai disini. Duduklah sebentar. Aku buatkan teh hangat, atau susu putih?" tanyaku sambil berlalu menuju dapur. 
"Apa saja. Asalkan itu buatanmu pasti selalu enak" dia mengikutiku ke dapur, lalu memelukku dari belakang "bahkan kau tidak perlu repot-repot melakukan apapun" 
"Baiklah. Kau ingin aku apa?" Ujarku. "Keluar menanti hujan turun" 
Aku tersenyum. Kutatap dua mata coklatnya yang benar-benar mengisyaratkan cinta. Aku harap dia melihat hal yang sama dimataku. 
"Kau ingin menatapku atau melihat hujan?" Tanyaku sambil menyunggingkan senyum. Hans membalas senyumku tidak kalah mautnya. "Melakukan keduanya aku mampu" 
Sial. Makhluk ini sepertinya datang dari planet rayuan. Setiap ucapan yang dikatakan selalu membuatku melayang. Tapi senangnya, dia hanya melakukannya untukku. Tidak untuk wanita lain, tidak untuk orang lain. 
Tiba-tiba petir menggelegar. Mendung sudah menurunkan airnya. Aku berlari keluar. 
"Aku tidak ingin kekasihku jatuh sakit" dia membawaku ke sampingnya, berteduh dibawah payung merah. 
"Sampai sekarang aku belum tahu pasti kenapa kamu mencintai hujan" 
Aku hanya tersenyum. 

Leave a Reply

About Me

Contact me on:

Blogspot emoticon


Add Blogspot Emoticon

Categories

Jumlah Penayangan

Diberdayakan oleh Blogger.